Tampilkan postingan dengan label BOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOLA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Piala Indonesia : Persiba Siap Taklukan Perseman

Ezequiel Gonzales dkk tak bisa berleha-leha usai menumbangkan PSM Makassar. Hari Rabu (9/5) Laskar Sultan Agung sudah ditunggu tim kuat Divisi Utama Grup III, Perseman Manokwari, di babak 16 Besar Piala Indonesia 2012. Sebetulnya, Perseman bukan lawan baru buat Persiba Bantul. 4 musim yang lalu, tepatnya 12 November 2008, kedua kesebelasan pernah bentrok di SSA dalam kompetisi Divisi Utama Liga Esia. Hasilnya, tuan rumah menang tipis 2-1 lewat gol Ugiek Sugiyanto serta Choirul Anam. Kini, anak asuh Sajuri Syahid berpeluang mengulang hasil yang sama. Berbekal rekor bagus setiap turun didepan publik Paserbumi, sulit rasanya buat tim berjuluk ‘Hino Cofu’ menang di SSA.
Sajuri siapkan skuad terbaik
Meski sang lawan berbeda kasta, Sajuri Syahid menilai Perseman tetap merupakan lawan yang tangguh. “Fisik pemain Papua biasanya kuat-kuat dan ngotot. Saya dengar pemainnya juga bagus, ada Abel Cielo, Alex Robinson. Jadi kita tetap harus waspada,” ungkap sang allenatore Persiba. Tak kan ada yang dirubah dari pola permainan Persiba, meski harus kehilangan 4 pemain utamanya. Seperti diketahui, tuan rumah akan tampil Wahyu Wijiastanto, Wahyu Tri Nugroho, Slamet Nurcahyo serta Nopendi, yang tengah membela Timnas senior.
“Saya percaya pada kemampuan Andi, Burhan dan Johan. Begitu pula dilini belakang, Bizzaro dan Slamet Widodo sudah semakin padu,” tambah Sajuri. Jika lini pertahanan tidak ada masalah, tidak demikian di blok lapangan tengah. Disinilah peran Ezequiel kembali diuji. Selain sebagai Kapten, Ezze harus bisa berkolaborasi dengan Johan Manaji dalam membangun serangan. Mengenai faktor kelelehan usai melawan PSM, Sajuri mengaku tidak terlalu berpengaruh. Anak didiknya bakal fit Rabu sore besok karena program latihan juga disetting lebih ringan. “Saya lebih mengkhawatirkan kondisi Kaimu. Semoga saja besok sudah fit,” harapnya.

Jumat, 10 Juni 2011

" SEJARAH : CLUB INDONESIA PERNAH KALAHKAN ARSENAL "

Dulu, tim nasional PSSI sering kebanjiran tamu hebat. Mulai dari Dinamo Moskow dengan Vladimir Bubukin-nya, Santos dengan Pele-nya, tim nasional Uruguay, PSV Eindhoven atau Feyenoord. Dua klub Inggris Stoke City dan Queen’s Park Rangers, Brno (Ceko), Kristiansand (Norwegia), Ebsbjerg (Denmark) juga pernah datang.

Ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.

Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.

The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David O’Leary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.

Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.

Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.

Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam “Battle of Soerabaia”. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.

Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai “Wembley-nya” tim nasional untuk partai internasional.


Data dan fakta :

Niac Mitra VS Arsenal (2:0)

tanggal : 16 Juni 1983

Stadion 10 November, Surabaya

pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85


Susunan Pemain:

Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly


Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David O’Leary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix

Senin, 06 Juni 2011

Era Baru Sepakbola Indonesia dan Persiba

Era sepakbola Indonesia memasuki era baru, dari era klub semi profesional menjadi klub yang benar-benar profesional. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2011, ditegaskan bahwa penggunaan APBD untuk klub sepakbola professional resmi dilarang, sehingga setiap klub dituntut untuk benar-benar mengelola keuangannya secara mandiri.

Tahun 2011 membawa banyak perubahan bagi persepakbolaan di Kabupaten Bantul, Persiba Bantul yang menjadi ikon sepakbola Bantul sukses menjadi kampiun Divisi Utama musim 2010/2011. Kesuksesan menjadi juara dilengkapi dengan gelar topskor yang diraih Fortune Udo sebagai pencetak gol terbanyak musim ini, tampil meragukan pada awal kompetisi, Udo menjelma menjadi striker yang ditakuti lini belakang lawan. Satu gelar lain yang sukses diraih adalah gelar pemain terbaik yang jatuh kepada kapten tim, Wahyu Wijiastanto.
Menjadi kampiun Divisi Utama 2010/2011 dan lolos ISL, bukan berarti langkah klub yang berdiri pada tahun 1967 ini menjadi mudah, justru tebing terjal telah menanti. Selain harus mencari sumber dana secara mandiri, persoalan lain adalah kurang lengkapnya sarana dan prasarana yang dimiliki klub yang bermarkas di Stadion Sultan Agung ini. Keadaan ini membuat managemen harus memutar otak bagaimana mencari sponsor agar mau menanamkan modalnya. Gelar sebagai juara divisi utama bisa menjadi nilai jual yang tinggi untuk menarik para investor.
Ada banyak solusi yang bisa digunakan sebagai masukan untuk managemen untuk menarik minat sponsor, diantaranya:

1. Untuk menjadi klub Profesional, Persiba harus menjadi PT. Persiba bisa menjual sahamnya kepada masyarakat melalui bursa saham/pasar saham. Hal ini lazim dilakukan oleh klub-klub professional diluar negeri. bagi masyarakat yang mempunyai dana bisa membeli saham, sehingga secara tidak langsung dapat memberi dukungan dan mempunyai rasa memiliki terhadap Persiba.
2. Bekerja sama dengan media cetak. Yaitu dengan membuat suatu kolom khusus, di kolom itu terdapat kabar terbaru mengenai perkembangan Persiba. Di kolom itu juga terdapat nomer rekening yang bisa membantu masyarakat jika ingin memberikan bantuan kepada Persiba, selain itu juga memuat besarnya saldo rekening yang memungkinkan masyarakat tahu keadaan keuangan Persiba. Hal ini pernah dilakukan oleh Barito Putera Banjarmasin, klub milik salah seorang pengusaha Kalimantan Selatan. Untuk hal yang satu ini, semua pihak akan di untungkan. Persiba mendapatkan pemasukan melalui rekening yang di buat, supporter juga mendapatkan informasi perkembangan dan juga keadaan keuangan klub, sedangkan untuk media cetak bisa menjadi salah satu sponsor dan menambah nilai jual produknya.
3. Persiba memiliki outlet resmi, di outlet ini menjual berbagai pernak-pernik dan aksessoris resmi Persiba. Outlet ini bisa menjadi unit usaha dan sumber pendapatan milik Persiba. Selama ini saya sering sekali membaca postingan para simpatisan yang ingin mencari merchandise resmi Persiba.
4. Menaikan harga tiket masuk stadion, hal ini menjadi hal yang lumrah untuk sebuah klub yang sudah berlaga di kompetisi teratas liga Indonesia. Bisa juga dengan menjual tiket terusan untuk satu musim kompetisi.
5. Menggaet BUMN dan BUMD potensial. Di Jogjakarta ada beberapa Badan Usaha Nasional semisal Pertamina, Bank Nasional/daerah, penyedia sarana transportasi (KAI maupun Angkasa Pura). Kesemuanya memiliki dana CSR (Corporate Social Responbility) yang boleh dipakai untuk sponsor Olahraga.

Mungkin inilah sedikit masukan dari sekian banyak masukan yang di sampaikan kami sebagai masyarakat dan Paserbumi untuk mendukung Persiba di ISL musim depan. Hendaknya managemen lebih sering membuka situs ini dan mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat, sebagai media resmi Persiba dan Paserbumi situs ini menjadi penghubung antara managemen, Paserbumi dan masyarakat pada umumnya. *tulisan Joko D, Mahasiswa UNY sekaligus fans Persiba Bantul
Semoga Persiba Bantul dapat bersaing di ISL musim depan.

Jumat, 03 Juni 2011

Lipede merapat ke Persiba


BANTUL: Kendati secara resmi manajemen Persiba Bantul belum melakukan pencoretan pemain dan juga menggelar seleksi pemain, namun mantan stopper PSS, Peter Rotimi Lipede telah melakukan pendekatan dengan kubu Laskar Sultan Agung.

Stopper asal Nigeria itu memiliki peluang untuk menggantikan posisi Bruno Casmir yang saat ini mengalami cedera.

"Dia [Lipede] bakal memperkuat Persiba di ajang Turnamen Piala Gubernur Aceh. Selain dia, ada satu pemain asing lagi dan juga satu pemain lokal yang bakal memperkuat tim di gelaran tersebut," kata asisten manajer bidang teknis dan kepelatihan, Briyanto, kepada Harian Jogja, Kamis (2/6).

Meski demikian, Briyanto mengatakan soal perekrutan dia tak bisa berkomentar. Tak hanya itu, Briyanto juga akan memaksimalkan dua pemain asing yang saat ini masih terikat kontrak.

Fortune Udo dan Ezequiel Gonzales akan bersama dengan 20 pemain berangkat ke Aceh pada 19 Juni mendatang. "Kami bawa 20 pemain ke sana. Kemungkinan pemain yang kami bawa pun yang jelas bakal memperkuat tim di Kompetisi ISL [Indonesian Super League] mendatang. Ajang ini juga akan kami manfaatkan sebagai peninjauan akhir terhadap pemain yang layak dipertahankan," papar Briyanto.

Di kompetisi ISL musim mendatang sendiri, manajemen Persiba memastikan bakal membutuhkan sebanyak 25 pemain. Jumlah itu bakal ditambah dengan 15 pemain magang. "Keputusan rapat tadi pagi [Kamis, 2/6] kami akan membuka lowongan magang seluas-luasnya. Kami beri kuota 15 pemain nantinya. Kami berharap ini juga bisa jadi ajang pembinaan," sambung Briyanto.

Sementara itu terkait dengan pendanaan Persiba kedepan. Briyanto mengaku, ajang Turnamen Piala Gubernur Aceh akan dimaksimalkan Persiba untuk melakukan pendekatan dengan sejumlah sponsor.

Dengan banyaknya tim besar asal Malaysia dan ISL yang mengikuti gelaran itu, diharapkan upaya lobi yang dilakukan manajemen akan membuahkan hasil.

"Kami akan maksimalkan ajang ini sekaligus untuk mencari sponsor. Untuk sementara, pemain akan mulai berlatih pada tanggal 10 nanti sebelum nantinya berangkat ke Aceh," pungkas Briyanto.

sumber : Harian Jogja

Selasa, 31 Mei 2011

CHAMPIONE!!!! PERSIBA JUARA DIVISI UTAMA

 
We are the champions – my friends
And we’ll keep on fighting – till the end -
We are the champions -
We are the champions
No time for losers
‘Cause we are the champions – of the world

Saat lagu wajib kemenangan berkumandang di Stadion Manahan, Solo, Rabu (25/5) malam, saat itu pula, Persiba Bantul bersama Paserbumi yang memenuhi tribun Stadion, seakan berada di puncak tertinggi Liga Indonesia. Yaa, tim Ndeso yang kini resmi menyandang Juara Divisi Utama Liga Ti-Phone 2010-2011, usai menekuk Persiraja NAD 1-0. Sebuah sejarah besar bagi Kabupaten Bantul, daerah yang terlanjur terkenal karena Gempa-nya, sekarang mendadak populer di bidang olahraga Sepakbola.






Perjuangan panjang nan melelahkan dimulai dari Stadion 17 Mei Banjarmasin, 19 November 2010, akhirnya berakhir teramat indah di Stadion Manahan Solo. Tak hanya itu, gelar terbaik di kompetisi nomer 2 se-Indonesia tersebut, masih dilengkapi Fortune Udo sebagai Top Score Liga Ti-Phone berkat 34 golnya, serta MVP atau Pemain terbaik Liga Ti-Phone untuk Wahyu Wijiastanto, sempurna !. MURI juga pantas memasukan Busari, pemain yang sukses 2 kali tampil di Final Divisi Utama dengan kemenangan. Dan siapa sangka, Arsitek tim Laskar Sultan Agung hanya ber-Lisensi B Nasional. Jauh kalah kelas dibanding Benny Dollo, Heri Kiswanto maupun Agus yuwono. Itulah Sajuri Syahid, pelatih asli Bantul yang digelari Mister Koprol.
Wahyu Wijiastanto - Pemain Terbaik Liga Ti-Phone
Review Final Persiba-persiraja
Persiba Bantul di laga Final kemarin, menurunkan starter Wahyu Tri Nugroho, Wahyu Wijiastanto, Nopendi, Slamet Widodo, M Ansyori, Busari, Slamet Nurcahyo, Arwin, Ezequiel Gonzales, Ugiek dan Fortune Udo. Dipimpin Wasit Jimmy Napitupulu, Persiba yang di-support 15 ribu pendukung fanatiknya, langsung mendapat 2 peluang emas. Pertama, tendangan bebas SNC yang mengenai mistar gawang, sebelum disusul drive keras Busari di menit 16.
Persiraja yang berkostum biru-biru, juga sesekali mengancam WTN lewat serangan balik cepatnya. Kapten Wahyu Wijiastanto maupun Ezze, harus mendapat Kartu kuning akibat pelanggaran kerasnya. Ketika babak pertama akan usai, gol kemenangan Persiba lahir juga. Berawal dari set piece, tendangan bebas SNC, sukses disundul sang Kapten Wahyu Wijiastanto tanpa bisa ditepis Kiper Yudha Amdika.
Dibabak kedua, terlihat Heri Kiswanto menginstruksikan anak asuhnya lebih menyerang. Sementara Sajuri meminta Arwin dkk tetap bermain sabar. Serangan balik yang dibangun Ezequiel sebetulnya juga berbahaya, namun Finishingnya kurang sempurna. Pergantian SNC pada Johan Manaji, dan Anwarudin menggantikan M Ansyori, tak juga berbuah gol tambahan. Hingga 3 menit tambahan waktu yang diberikan Wasit Jimmy Napitupulu, Persiba masih unggul 1-0 atas Persiraja.
Agum Gumelar serahkan Piala
Melengkapi 2 Finalis yang otomatis promosi ke Liga Super musim depan, adalah Mitra Kukar. Pada perebutan tempat ke-3, Franco Hita cs menundukan Persidafon Dafonsoro 2-1. Inilah hasil anti klimak buat kesebelasan yang terlihat Ngawu-awu di penyisihan grup.
Mengenakan kaos khusus berwarna putih buat sang Juara, keceriaan pemain, offisial tim berikut Paserbumi, disaksikan langsung oleh Agum Gumelar (ketua Komite Normalisasi) mewakili PSSI. Dimulai dari penganugrahan Top Skor Divisi Utama kepada Fortune Udo (34 gol), kemudian dilanjutkan pemberian MVP atau pemain terbaik musim ini untuk sang Kapten Wahyu Wijiastanto. Seremonial diakhiri dengan pemberian Piala Juara Divisi Utama oleh Agum Gumelar kepada Wahyu Wijiastanto, yang disambut gegap gempita Paserbumi. Selain trhopy, PT Liga Indonesia memberikan hadiah uang sebesar Rp 500 juta (belum dipotong pajak 15%) bagi tim Persiba Bantul. Sementara hadiah uang buat pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik, masing-masing Rp 25 juta. Selamat !
Menyambut Persiba Bantul
Sambut kedatangan pemain Persiba dengan Kirab
Kepulangan skuad Laskar Sultan Agung dari Solo, Kamis (26/5) terasa Istimewa. Semenjak dari Prambanan, Ring Road Selatan, Dongkelan hingga lapangan Paseban, Paserbumi mengawal Pahlawan mereka. Tak hanya itu, Ribuan warga Bantul sepanjang route yang dilewati, menyambut dengan antusias. Teriakan nama-nama pemain bercampur pekik Persiba, menghiasi selama Kirab berlangsung. Sesampai di kantor Bupati Bantu, Bonus dari Pemkab sebesar Rp 450 juta langsung diberikan Bupati Hj Sri Suryawidati pada Wahyu Wijiastanto selaku wakil dari pemain.
Sayang, berita duka mendadak datang sore tadi. Ayahhanda Wahyu Wijiastanto meninggal dunia, setelah menderita sakit. Rencananya, seluruh pemain dan Manajemen Persiba Bantul akan melayat Jumat (27/5) ke Karanganyar, Jawa Tengah. selaku Media milik Paserbumi, tak lupa ucapan bela sungkawa kami haturkan untuk keluarga Wahyu Wijiastanto. Semoga tetab diberi ketabahan di hari esok, dan Semoga Ayahanda Wahyu Wijiastanto mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.